Jika anda pernah menonton adegan taksi ngebut dalam film TAXI (entah TAXI berapa), itu lah yang terjadi pada saya hari Selasa (17/06) lalu. Rencana perjalanan menuju ke Pekanbaru yang sedianya akan dilakukan Selasa sore, mendadak Selasa subuh boss perintahkan saya untuk terbang pagi itu juga. Lebih mengagetkan lagi, perjalanan yang tadinya direncanakan bertiga, boss dan [...]
Arsip untuk ‘Intermezo’ Kategori
Perjalanan yang mengesankan
Diposkan dalam Intermezo pada Juni 19, 2008 | 6 Komentar »
Andaikan lokomotif reformasi adalah “Soeharto”
Diposkan dalam Intermezo pada Maret 11, 2008 | 4 Komentar »
Akhir dari suatu pertarungan (politik), pemenang biasanya akan ‘menghakimi’ pihak yang kalah. Sebagai contoh, keberadaan tentara Amerika Serikat di Okinawa merupakan konsekuensi atas kekalahan Jepang dari Amerika Serikat pada Perang Dunia ke-2.
Dalam skala nasional, tumbangnya rezim Orde Lama oleh orde yang lebih baru, juga ditandai dengan proses penumpasan semua elemen dan unsur-unsur orde lama. Dibentuk [...]
Mimpi itu bernama visi
Diposkan dalam Intermezo pada April 2, 2007 | 4 Komentar »
Tidak jarang orang bersikap skeptis terhadap “mimpi”. Karena tidak jarang pula orang agak susah membedakan antara “mimpi” dengan fantasi. Celakanya, hal-hal yang bersifat visoner pun seringkali disikapi dengan tak acuh seolah visi itu sekedar fantasi belaka.
Presiden SBY mencoba untuk bersikap positif menanggapi mimpi yang diwacanakan oleh Yayasan Indonesia Forum. Menyikapi visi 2030 yang dikemukakan oleh [...]
Mengerahkan potensi alumni
Diposkan dalam Intermezo pada Oktober 9, 2006 | 7 Komentar »
Di tengah ketatnya persaingan usaha dan bisnis seperti sekarang ini, diperlukan suatu kiat agar upaya yang kita lakukan dapat menghasilkan sesuatu yang lebih kompetitif. Untuk merespon fenomena itu, ada kiat populer yang pernah didalilkan oleh Hermawan Kartajaya, yaitu “me too is not my style”. Artinya, bahwa upaya dan langkah yang kita bangun hendaklah jangan sekedar [...]