Kompas, 30 April 2007
Oleh: Lin Che Wei, Direktur Utama Danareksa Neda dan Yoga
Tidak peduli apakah regulator dan pemerintah hendak mengakui atau tidak, Indonesia bagaikan surga bagi perusahaan yang melakukan penipuan berkedok investasi. Pertimbangkan hal ini!
Wakil kita yang mengurusi masalah perbankan dan keuangan di DPR—yang dapat dengan mudah mencari dan menyelidiki informasi tentang lembaga keuangan—malah menjadi korban penipuan berkedok investasi.
Pemimpin media terkemuka—yang bisa dianggap sangat pandai dan kritis terhadap isu-isu terkini—malah menjadi korban penipuan berkedok investasi.
Mantan direktur badan usaha milik negara, yang seharusnya mengerti risiko dan seharusnya dapat membedakan mana perusahaan yang bonafide dan mana yang tidak, juga menjadi korban penipuan berkedok investasi.
Apabila orang-orang pandai yang mempunyai akses terhadap informasi menjadi korban penipuan lantas bagaimana rakyat kecil yang tidak terpelajar?
Penipuan berkedok investasi memancing orang yang serakah dan desperate dengan janji akan imbal hasil (return) yang tinggi. Bukankah berdasarkan prinsip let the buyer beware, investor seharusnya berhati-hati dengan membaca fine print secara saksama sebelum melakukan investasi?
Di dunia yang ideal, memang hal ini yang seharusnya terjadi. Namun, negara dengan masyarakatnya yang belum benar-benar mengerti seluk-beluk investasi bukanlah dunia yang ideal.
Orang-orang yang menjadi korban tidak mempunyai cukup data dan informasi untuk membedakan mana investasi yang kredibel dan yang tidak.
Akibatnya, bisnis penipuan berkedok investasi dengan mudah memancing orang yang nekat (desperate) akan janji imbal hasil (return) yang tinggi.
Apa yang menjadi taktik dari perusahaan berkedok investasi ini? Mereka tahu bahwa sikap manusia adalah serakah dan tidak pernah merasa cukup.
Skema modern
Perusahaan-perusahaan investasi bodong tersebut tahu bahwa jika para investor awal mendapatkan return sesuai dengan yang dijanjikan, mereka akan cenderung menginvestasikan kembali hasil dari uang tersebut dan bahkan akan membawa keluarga, teman, atau relasinya untuk turut berinvestasi di perusahaan tersebut. Akibatnya, jumlah kerugian juga cenderung membengkak.
Skema dasar dari berbagai penipuan berkedok investasi adalah skema Ponzi, yaitu penipuan yang menjanjikan return luar biasa besar yang sebenarnya didapatkan dari uang investor lain yang menginvestasikan uangnya belakangan dan bukan dari hasil pengelolaan uang para investor tersebut.
Investor awal akan mendapatkan keuntungan karena langsung mendapatkan pengembalian sehingga terdorong untuk menginvestasikan lebih banyak lagi, sedangkan investor yang masuk belakangan akan lebih rentan terhadap ketiadaan return tinggi tersebut.
Nama Ponzi sendiri diambil dari nama Charles Ponzi, imigran asal Italia yang menggunakan teknik ini untuk melakukan penipuan besar-besaran di Amerika Serikat pada tahun 1919-1920 dan 1926-1934.
Model lain yang memiliki kesamaan dengan skema Ponzi adalah skema piramida. Dalam skema ini, perekrutan terhadap investor baru merupakan sumber dari pengembalian investasi Anda.
Investor yang merekrut investor baru akan mendapat keuntungan langsung dari upayanya tersebut.
Selain kedua skema di atas, masih ada beberapa skema modern yang bisa disebut sebagai skema turunan dari skema di atas. Misalnya, arisan berantai atau money game.
Arisan berantai adalah skema piramida yang disebarkan dalam bentuk surat kaleng dan besaran investasi yang kecil.
Kedua, high yield investment programme, yaitu investasi dengan modal awal kecil yang menjanjikan tingkat pengembalian fantastis serta komisi atas usaha Anda mengajak orang lain untuk bergabung. Skema ini banyak dikenal dengan “bank gelap” di Indonesia.
Ketiga, penipuan berkedok penggarapan lahan agrobisnis, seperti QSAR dan Ibist. Keempat, penipuan yang berkedok perdagangan valuta asing.
Kelima, berkedok lowongan pekerjaan yang mengharuskan Anda membayar untuk pelatihan atau justru meminta Anda memasukkan uang terlebih dahulu sebagai prasyarat.
Bagaimana caranya menghindari jenis-jenis penipuan seperti di atas? Anda dapat mengidentifikasinya apabila menemukan beberapa ciri yang disebutkan di bawah ini:
Pertama, hati-hati apabila the offer sounds too good to be true. Jika penawaran investasi tersebut memberikan “janji-janji surga” akan imbal hasil tinggi di atas rata-rata pasar dalam jangka waktu yang relatif singkat, kemungkinan besar penawaran tersebut memang hanyalah “janji-janji surga”.
Kedua, taktik penjualan yang memaksa (high pressure sales tactics.) Jangan langsung termakan bujuk rayu penjual yang memaksa Anda untuk membuat keputusan saat itu juga, sekalipun penjual itu adalah orang yang Anda kenal baik sejak lama.
Ketiga, baik perusahaan investasi maupun basis investasinya (underlying investment) tidak jelas. Perusahaan investasi tipuan biasanya akan menunjukkan kepada Anda profil perusahaan yang tampak profesional dengan harapan dapat meyakinkan Anda akan kredibilitas mereka.
Namun, apabila Anda baca dengan saksama, terdapat banyak kejanggalan. Kejanggalan itu antara lain ketidakjelasan manajemen pengurus, kinerja investasi, maupun laporan keuangan yang lengkap dan sudah diaudit.
Keempat, ketiadaan izin penawaran investasi dari lembaga pengawas. Bank Indonesia bertindak sebagai regulator perbankan, sedangkan Bapepam-LK bertindak sebagai regulator lembaga keuangan bukan bank.
Dua lembaga tersebut memiliki kewenangan untuk mengawasi investasi yang ditawarkan melalui lembaga keuangan nonbank maupun perbankan.
Sayangnya, dua lembaga di atas tidak memiliki kewenangan atas produk investasi yang ditawarkan oleh lembaga nonkeuangan sehingga muncullah no man’s land yang rentan digunakan untuk penipuan berkedok investasi.
Anda sepatutnya berhati-hati bila menerima penawaran investasi tanpa izin dari salah satu lembaga pengawas di atas.
Anda korban?
Apabila telah menjadi korban penipuan berkedok investasi, apa yang harus Anda lakukan?
Pertama, Anda harus melaporkan kepada pihak yang berwajib. Berikan keterangan selengkap mungkin, seperti siapa yang menghubungi Anda dan bagaimana orang tersebut menghubungi Anda.
Semakin lengkap informasi yang Anda berikan, semakin mudah terbaca pola dan jejaringnya. Setelah itu, Anda harus menghubungi divisi legal dari Bapepam-LK serta pengacara yang khusus menangani kasus sejenis.
Selanjutnya, ajukan tuntutan hukum terhadap para pelaku penipuan. Keputusan Anda untuk menempuh jalur hukum mungkin tidak akan mengembalikan jumlah uang Anda yang telah raib.
Akan tetapi, tindakan Anda ini akan meningkatkan kesadaran di kalangan publik. Pihak berwajib akan terdorong untuk mengambil tindakan dan masyarakat lain akan lebih berhati-hati dengan tawaran-tawaran investasi sejenis.
Mungkin sekarang Anda bertanya-tanya, “Jadi, apa saja yang telah dilakukan oleh regulator, pemerintah, dan DPR kita selama ini?” Sebagian besar dari mereka terlena dan merasa ini bukanlah tanggung jawab mereka.
Yang lebih tragis, ada anggota Dewan yang seharusnya mengawasi sektor keuangan justru ikut menjadi korban penipuan.
Apa pun alasannya, penipuan berkedok investasi haruslah diberantas di Indonesia. Bapepam-LK, Departemen Perdagangan, Bank Indonesia, dan DPR bertanggung jawab untuk melindungi orang yang miskin, tidak berdaya, dan tidak mempunyai informasi.
Kita semua harus berusaha bersama-sama untuk menghentikan praktik penipuan ini yang secara terus-menerus mengerosi kepercayaan masyarakat terhadap dunia investasi secara keseluruhan.
Regulator dan seluruh lapisan masyarakat perlu berdiri dan mengatakan, “Cukup sudah praktik penipuan berkedok investasi seperti ini.”
Perusahaan-perusahaan seperti ini bukan saja harus dilarang secara hukum, tetapi juga harus dilakukan penindakan dan diproses secara hukum.
Salah satu kalimat yang paling sering dikutip di Wall Street adalah kalimat yang diucapkan Gordon Gekko dalam film Wall Street, “Serakah itu baik.”
Namun, janganlah karena kalimat ini akal sehat Anda menjadi silau oleh ketamakan akan iming-iming hasil yang tinggi serta ketakutan akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan hasil tinggi dari investasi itu.
Ingatlah pula kalimat yang diucapkan Henry David Thoreau bahwa kebaikan adalah satu-satunya investasi yang tidak pernah gagal. (*)
Pak bagaimana melaporkan gejala2 penipuan keuangan dengan SMS?
http://pendulang-dolar-online.blogspot.com
Dari iklan lowongan nya di kompas aja udah kelihatan meragukan, sepertinya identitas PT Valbury disembunyikan, so pasti nya ada unsur penipuan.
Tapi karena gue lagi cari kerja dan penasaran juga, gue ikut ngelamar juga di perusahaan ini.
Gue lolos proses interview awal yang pertanyaan nya gak jelas arah nya, terus lanjut ke psikotest yang beda dari psikotest yang biasa gue ikutin yang gak jelas juga arahnya.
terus lanjut ke ikut training. Dari lowongan nya gue ngelamar untuk posisi Supervisor, tapi kok di training jadi traider ?? Hari terakhir training secara halus gue dibujuk untuk invest uang minimal Rp.60 juta.
Sebenernya perusahaan ini mencari investor untuk bekerja sebagai traider valas. Karena cari investor Rp.60 juta susah, makanya pake tipu muslihat sedikit pasang iklan lowongan berkedok supervisor/manager. Pelamar yang di panggil adalah pelamar yang udah punya pengalaman kerja bertahun-tahun dengan posisi yang bagus dgn asumsi punya tabungan banyak dan bisa jadi investor. Atau orang yang punya usaha sendiri dgn asumsi punya duit banyak buat jadi investor. Makanya gw menghimbau orang2 yg sedang mencari kerja lebih extra hati2 aja jangan kayak gw yg udeh terlanjur jadi korban
gak ada ruginya kalian baca ya mungkin aja berguna buat kalian semua jangan sampe jadi korban seperti kami. Jadi kira2 pada bulan September 2008 yg lalu paman gw dihubungi oleh salah seorang sales dari PT Valbury salah satu perusahaan sekuritas di Jakarta. Salesnya menawarkan produk investasi saham di BEJ kpd paman gw, kata salesnya sih (pinter ngibul) invest di saham untungnya gede bisa sampai Milyaran Rupiah keuntungannya. Karena paman gw udeh terlanjur percaya sama bullshit tuh sales, maka paman gw menginvestasikan dana Sebesar Rp 2 Milyar ke PT Valbury. Ini PT hebat ada websitenya jadi orang2 pada percaya gitu (padahal website mah gak jaminan).
Singkatnya setelah 1 bulan tepatnya tgl 8 October 2008 BEJ ditutup dan dana paman gw yang Rp 2 M itu ludes jadi tinggal Rp 15 juta doank. Kontan paman gw pingsan dan terserang stroke, kata salesnya IHSG Hancur. Akhirnya tuh sales jadi susah banget dihubungi, disini gw menghimbau aja bagi orang2 yg udh siap bangkrut boleh deh invest di PT Valbury .
Bebetapa waktu yang lalu saya mempercayakan sejumlah uang saya untuk di investasikan dalam bentuk VALAS di Valbury Dengan iming – iming keuntungan dalam waktu yang cepat.
Yang saya dapatkan ternyata tidak sesuai dugaan, ternyata itu semua hanya akal – akalan saja. Dan setelah saya selidiki ternyata semua orang yang bekerja disana adalah lulusan SMU atau sederajat dan mereka semua tidak memiliki ijin yang resmi dari instansi terkait.
Jadi saya menyarankan agar anda yang berinvestasi di tempat tersebut untuk segera menarik dana anda sebelum terlambat. Cukup saya yang jadi korban jangan sampai ada korban lebih lanjut lagi.
Hermawan Kartajaya
Jl. Rungkut Asri Utara XII / 23
Surabaya
Sering dpt pggilan dr Valbury & Graha Finesa, gw always bilg kl dah tgawe, meski bnrnya still hunting. Krn dah ktauan belangnya.
Trus tempo hari dpt pggilan di APPCO, tnya k Om Google.. ktmu topic ini, akirnya gw g jd pergi..
Kmrn gw dpt pggilan u/ dtg ke Granton Advertising.. perasaan gw apply via karir.com tuh jd secretary tapi kok ditawarin jd PR, jd curiga..
Iseng2 browsing.. eh ktmu topik ini lg..
Thanks buat yg udah ksh info di sini ya.. jd kita tau perush. mn aja yg bakal nipu kita. Org susah2 cari kerja, kok malah mo dikerjain.
O ya ini data perush. yg katanya termasuk perush. tepu2.. ada 33 sejauh ini.
liat aja linknya d sini >> http://himti.org/community/viewtopic.php?f=20&t=2583&start=10&st=0&sk=t&sd=a
1. PT.MAXGAIN
2. PT.EGA GRoup
3. PT.HARJAYA GROUP
4. NOMURA INTERNUSA
5. PT.GRAHA FINESA BERJANGKA ( GFB )
6. PT.APPCO DIRRECT
7. PT.GRANTON ADVERTISING
8. PT.SOLID GOLD BERJANGKA
9. PT.TRIJAYA PRATAMA
10. PT.INTER PAN PASIFIK
11. PT.TRIPAR MULTIVISION
12. PT.MJ NETWORK
13. mandiri group di plaza benhill
14. PT kasaba di arthaloka plaza
15. MAHETZA GROUP di wisma bumiputera lt. 18
16. mitra utama global
17. ged.IDX
18. PT GALAXINDO MANDIRI MITRA UTAMA (PT GMMU) GROUP
19. PT. CIPTA SARANA di Pondok Kelapa Jakarta Timur.
20. PT GAMA TEX/ GATMA TEXTILINDO
21. PT GMPK Karya/Petnostara Gasindo atau PT GMP Karya Group/ PT Gama Prima Karya
22. PT GATMA HOTEL
23. PT BAHTERA OKTA MANDIRI
24. PT Harjaya Group
25. BATAVIA FUTURES
26. HARUM DANA BERJANGKA
27. PT VALBURY
28. FORTUNE CHANNEL
29. MAXCO FUTURES
30. DEA U TRADE
31. PT. Ekspresindo Global Artha Jl. Gatot Subroto gedung Patrajasa Lt. 1 kav. 32-34
32. PT PLATINUM BERJAMGKA
33. PT Ekspressindo Global Artha
Beware & Be careful, guys..
Wish you all the best..
hi
Beberapa waktu yang lalu saya mempercayakan sejumlah uang saya untuk di investasikan dalam bentuk VALAS dan portfolio saham di Valbury Dengan iming – iming keuntungan dalam waktu yang cepat.
Yang saya dapatkan ternyata tidak sesuai dugaan, ternyata itu semua hanya akal – akalan saja. Dan setelah saya selidiki ternyata semua orang yang bekerja disana adalah lulusan SMU atau sederajat dan mereka semua tidak memiliki ijin yang resmi dari instansi terkait.
Jadi saya menyarankan agar anda yang berinvestasi di tempat tersebut untuk segera menarik dana anda sebelum terlambat. Cukup saya yang jadi korban jangan sampai ada korban lebih lanjut lagi. Nama salesnya BUDI MULYANA ( NO HP 0856-8102XXX ) orang ini sangat licik dan tak segan-segan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.
Hermawan Kartajaya
Jl. Rungkut Asri Utara XII / 23
Surabaya
emm menanggapi ulasan dari saudara deddy.saya hanya mau memnghimbau…
klu setahu saya PT valbury tidak penah melakukan tindak penipuan seperti yg saudara katakan…
atau mungkin ada orang yg mengatasnamakan PT Valbury tetapi sebenarnya tidak..
PT Valbury perusahaan margin trading yg lama di Indonesia
dan setahu saya tepatnya saya yg bekerja di PT Valbury di Surabaya tidak pernah menyuruh seseorang untuk langsung invest klu tidak di jelaskan dulu cara mainnya
klu saudara bilang PT Valbury tidak memiliki ijin resmi anda salah besar…
berarti anda orang yg sok tahu..
padahal katanya anda pernah ikut training..??
pada saat training pun pasti sudah di jelaskan klu PT Valbury sudah terdaftar di BAPEPTI..
semua keuangan nasabah diawasi oleh badan pemerintah..
tolong jgn menjelek2an sebuah nama perusahaan yg anda sendiri lum tahu tentang sebuah perusahaan itu sendiri
atau mungkin anda kecewa karena tidak bisa invest atau tdk di terima sebagai supervisor
Buat Deddy wah hati-hati tuch mas ma ucapan ente bisa2 disomasi loh hehehehehe.
Sebenernya dilihat2 sih Valbury udah ada jaminan hukumnya kan,nah yang nipu teh bukan Valbury-nya mungkin tapi financial Consultant-nya mungkin,makanya cari FC-nya yang bener atuh jangan asal comot ajah.
Cuman sekedar saran ya hati-hati klo bicara disini forum publik loh bukan perorangan jadi jangan keliatan bodoh aja dimata orang lain.
iya gue dulu pernah dipanggil ma pt kaseba di arthaloka..gokil tuh perusahaan bilang mau mempekerjakan tapi harus bayar dulu 270rb..bego bgt seh tuh perusahaan..
cari kerja yang halal jangan nipu orang yang lagi butuh kerja…!!
buat para pelamar yang dipanggil dari pt itu jangan didatengin sia2 cuma2….
wah mas dedy kok gt ngomongnya,,,,,,,,jangan sampai anda dinilai bodoh oleh orang lain khan malu………….
mas PT.Valbury itu pny ijin loh dan terdaftar di bapepti dan itu perusahaan lama, coba dech cek di webnya jgn asal OD( omong Doank), saya rasa kalo uang yg di inv habis itu bukan ditipu tp segala macam inv ada resikonya yaitu resiko kalah, hidup penuh dn resiko wong tidur aja bisa mati, kerja aja bisa rugi ato bangkrut,,,,,,,,,,,
jgn2 pas training boring yach dlm ruangan n tertidur dech hehehe……..
kalo anda tidak bisa merubah cara berpikir anda terhadap segala sesuatu saya jamin anda tidak akan jadi apa2….
so positif thinking aja ok
buat banu
eh jing kalo mau cari simpati bukan gitu caranya yg ada orang malah makin eneq ama lo
ntar kalo ada apa2 LO yg pertama mati duluan
buat banu
kalo lo mau jadi pahlawan sono gih lawan MALAYSIA DI AMBALAT
GW RASA SIH LO GA BERANI SEBAB LO ITU CUMA BANCI WK WK WK LOL
harus berhati-hatilah sama investasi…saya sudah 3 kali di tawari yang semacam itu. saya cermati dulu janji-janji sorga itu. dan bener ga masuk akal… saya ga ikut dan bener semuanya penipuan!
aslm,,mas hakim punya info tentang smart v??emang penipuan gitu??