Tidak jarang orang bersikap skeptis terhadap “mimpi”. Karena tidak jarang pula orang agak susah membedakan antara “mimpi” dengan fantasi. Celakanya, hal-hal yang bersifat visoner pun seringkali disikapi dengan tak acuh seolah visi itu sekedar fantasi belaka.
Presiden SBY mencoba untuk bersikap positif menanggapi mimpi yang diwacanakan oleh Yayasan Indonesia Forum. Menyikapi visi 2030 yang dikemukakan oleh yayasan tersebut, SBY menyatakan jangan malu dengan mimpi. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mempunyai mimpi dan mewujudkannya.
Kita seringkali tidak sadar, bahwa pada saat kita menyatakan agenda-agenda visoner itu sebagai sebuah mimpi, sebenarnya disitu tersirat sebuah pesimisme. Sebab, bagi mereka yang optimis, tidak ada mimpi dalam kamusnya. Mereka yang optimis, juga tahu betul kemampuan sumber dayanya untuk mencapai dan mewujudkan agenda-agenda (yang oleh orang lain dianggap mimpi) tersebut.
Sebuah contoh konkrit mengenai hal ini adalah kontroversi rencana reklamasi Ancol yang pernah digulirkan beberapa tahun silam. Hampir semua pakar, baik pakar lingkungan, pakar hukum, pakar tata ruang dan lain-lain, tidak sepakat dengan rencana tersebut. Secara implisit terkesan bahwa, selain reklamasi akan memberikan kontribusi terhadap kerusakan lingkungan, agenda reklamasi Ancol hanyalah agenda “mimpi” belaka.
Namun apa yang terjadi dengan Singapore dan Dubai? Kedua negara tersebut ternyata sukses menjalankan proyek reklamasi. Dubai telah berhasil membangun Palm Island, dimana di atasnya berdiri hotel dan hunian mewah, melalui proyek reklamasi.
Singapore juga berhasil sedikit demi sedikit menjorokkan pulaunya melalui proyek reklamasi. Secara ironis Indonesia hanya bisa gusar melihat pasir-pasirnya diangkut oleh kapal-kapal dengan tujuan Singapore. Seolah, sumber daya (pasir-pasir) itu hanya menjadi sumber daya yang tidak diberdayakan oleh pihak Indonesia, tetapi pasir-pasir itu mempunyai nilai strategis di mata Singapore.
Di Indonesia tidak sedikit yang beranggapan bahwa pikiran-pikiran Habibie cukup sulit diterapkan, tidak lebih dari sekedar mimpi. Sebaliknya, tak dapat disangkal bahwa ide-ide Habibie telah turut memajukan industri dirgantara negara-negara besar.
Jadi, suatu visi dianggap cukup realistis atau hanya sekedar “mimpi”, memang kembali kepada siapa yang akan menjalankan agenda itu. Ketika visi dianggap sebagai mimpi, maka pencapaiannya akan diliputi dengan sebuah pesimisme . Tetapi bagi mereka yang optimis, visi yang besar adalah tantangan yang menggairahkan. (joz)
dream kan = mimpi.
american dream kan cukup ngetop tuh…..
jadi mimpi itu sebetulnya positif…… yg membuat negatif kan sikap kita terhadap mimpi itu. tidak pede mewujudkannya.
bila bermimpi pun gak bisa, gimana mau mewujudkan keinginan (yg biasanya diimpikan dulu).
sejarah membuktikan bahwa semua hal besar diawali dari sebuah impian.
Kalau visi 70 gimana om Ojoz?
Betul Om Anto. Dan Tuhan memang maha adil kok. Oom Aris Heru bisa seperti sekarang, tentu dulunya pernah diawali dengan sebuah mimpi untuk meraih “sesuatu” bukan? Bagi orang spt kita-kita ini mas Anto, barangkali “mimpi” nya mas Aris Heru, adalah benar-benar mimpi yang mustahil dicapai. Tetapi, kenyataannya bagi Mas Aris, semua itu bisa dicapai dengan mulus. Jadi, suatu visi hanya akan menjadi wacana mimpi belaka atau justru sebuah rencana realistis yang bisa dicapai, tergantung kepada siapa yang akan menjalankan agenda-agendanya.
Mas Aris, Visi70 seharusnya bisa menjadi tempat yang paling ideal untuk menampung semua pendapat, toh milis itu kan tertutup bagi non-member. Tidak perlu ragu dengan mimpi yang muluk-muluk, atau visi yang kritis. Celakanya, tidak jarang ide-ide kritis yang dilempar di forum, justru menuai badai, baik badai di forum itu sendiri maupun badai di dunia nyata. Bukan begitu mas Firman? hihihihi
Sering kali kita mengejar MIMPI
Seolah – olah impian itu adalah TARGET
Susah payah penuh pengorbanan mimpi DIKEJAR
Setelah tercapai kita akan kembali BERMIMPI
Hidup adalah untuk IBADAH
Ibadah itu bukanlah BERMIMPI
Karena ibadah adalah hidup HARI INI
Memaksimalkan HARI INI dan DETIK INI
Masa depan adalah MISTERI
Masa lalu adalah HISTORI
Mimpi hanya membatasi KEMAMPUAN
MAKSIMALKAN HARI INI UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK
http://fusion-kandagalante.blogspot.com